BRMP Aceh dan Distan Aceh Tengah Perkuat Sinergi Dukung Swasembada Pangan 2026
Takengon – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) melalui Tim Satuan Tugas Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Aceh terus bergerak aktif mendukung program strategis Kementerian Pertanian. Langkah nyata ini diwujudkan melalui agenda koordinasi intensif bersama Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah guna menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, dan mengevaluasi perkembangan pelaksanaan program swasembada pangan berkelanjutan di tingkat kabupaten.
Pertemuan strategis ini memfokuskan pembahasan pada beberapa poin krusial, di antaranya percepatan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT), program Optimasi Lahan (Oplah), penyediaan sarana produksi pertanian, pendampingan petani secara masif, hingga perumusan langkah-langkah taktis demi mengamankan target produksi pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, Nasrun Liwanza, menegaskan bahwa komunikasi dan kolaborasi yang berkesinambungan adalah kunci utama dalam menyukseskan agenda besar ini. Menurutnya, Dinas Pertanian tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari Satgas Swasembada Pangan, para penyuluh pertanian di garda terdepan, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
"Melalui koordinasi yang kuat dan intensif, setiap kendala dan dinamika yang terjadi di lapangan dapat segera kita identifikasi. Dengan begitu, solusi cepat dapat dirumuskan bersama agar target peningkatan produksi pangan di Aceh Tengah tercapai secara optimal," ujar Nasrun.
Beliau menaruh harapan besar agar program swasembada pangan ini tidak hanya berjalan secara efektif dan tepat sasaran, tetapi juga berkelanjutan (sustainable). Muara akhir dari seluruh kerja keras ini adalah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani lokal serta memperkokoh ketahanan pangan di Dataran Tinggi Gayo.
Tidak hanya berdiskusi di meja rapat, Tim BRMP Aceh bersama jajaran Dinas Pertanian langsung turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan peninjauan langsung. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan infrastruktur dan memastikan seluruh program berjalan sesuai dengan perencanaan teknis yang matang.
Beberapa objek vital yang ditinjau langsung meliputi: Kondisi lahan yang menjadi sasaran Program Optimasi Lahan (Oplah) Non-Rawa, Kondisi saluran irigasi sekunder dan tersier,Kesiapan sistem irigasi perpompaan dan perpipaan, dan Progres capaian target Luas Tambah Tanam (LTT) Reguler Tahun 2026.
Salah satu motor penggerak utama swasembada pangan di Aceh Tengah pada tahun 2026 ini adalah Program Irigasi dan Optimasi Lahan (Oplah) Non-Rawa serta program Brigade Pangan. Target utama dari intervensi ini adalah meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) pada lahan sawah eksisting—dari yang sebelumnya hanya mampu menanam satu kali setahun (IP 100), ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun (IP 200/IP 300) melalui perbaikan infrastruktur air.
Pada tahun anggaran 2026 ini, Kabupaten Aceh Tengah mengelola program target Optimasi Lahan dan rehabilitasi sawah terdampak bencana dengan total luas mencapai 1.615 hektare.
Saat ini, tahapan krusial berupa pembuatan Survey Investigation Design (SID) serta investigasi teknis di lapangan telah rampung dilaksanakan secara keseluruhan. Seluruh pihak kini bersiap memasuki tahapan berikutnya, yaitu pelaksanaan konstruksi fisik yang diharapkan dapat segera berjalan dalam waktu dekat. Dengan kesiapan ini, optimisme terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Aceh Tengah kian nyata di depan mata.